Sabtu, 23 Maret 2019

Benarkah Benjolan pada Payudara Pertanda Kanker? Ini Faktanya

Nike KD Shoes - Nyeri hebat dan juga iritasi pada payudara bisa menjadi momok menakutkan untuk banyak wanita. Apalagi, jika muncul benjolan pada payudara bisa membuat sebagian wanita takut jika terkena kanker payudara. Padahal, benjolan payudara tidak selalu berarti terjadi kanker. Berikut penjelasannya untuk Anda. 

benjolan pada payudara

Penyebab Nyeri dan Iritasi 

Banyak wanita yang keliru dengan menganggap nyeri pada payudara yang dialami sebagai kanker payudara. Padahal, dalam banyak kasus, nyeri payudara bukanlah gejala awal terjadinya kanker payudara.  

Nyeri tersebut juga disebabkan oleh beberapa faktor seperti fluktuasi hormon akibat menstruasi, efek samping dari beberapa pil KB atau pengobatan infertilitas, dan juga bra yang tidak pas. Selain itu, nyeri tersebut bisa juga diakibatkan oleh kista payudara, ukuran payudara yang besar, disertai nyeri leher, bahu atau punggung, serta disebabkan oleh stres. 

Benjolan di Payudara 

Tahukah Anda? Benjolan pada payudara tidak berarti selalu kanker. Benjolan tersebut bisa dipicu oleh perubahan hormonal pada remaja, hingga rusaknya jaringan lemak. Menurut Mayo Clinic, lebih dari 90 persen benjolan di payudara tidak bersifat kanker atau jinak pada wanita usia di awal umur 20-an hingga awal 50-an. 

Penyebab umum dari benjolan payudara yang bersifat jinak meliputi infeksi payudara, penyakit payudara fibrokistik, fibroeadenoma (tumor non-kanker), dan nekrosis lemak atau jaringan lemak yang rusak.  

Tanda-Tanda Kanker Payudara 

Para wanita seringkali mengasosiasikan benjolan payudara, nyeri, dan iritasi sebagai kanker payudara. Padahal, tanda-tanda terjadinya kanker payudara biasanya ditunjukkan oleh kondisi yang justru terbilang terasa lebih ringan. 

Gejala lain dari kanker payudara adalah cairan puting atau puting masuk ke dalam, pembesaran satu payudara, permukaan payudara sedikit cekung, dan kulit bertekstur ‘kulit jeruk’. Selain itu, tanda lainnya ditunjukkan dengan nyeri pada vagina, penurunan berat badan, pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, dan pembuluh vena terlihat pada payudara. 

Tes Payudara 

Pasien yang mengalami gejala seperti nyeri, iritasi, dan benjolan pada payudara akan dihadapkan oleh beberapa pemeriksaan umum. Pertama, menggunakan mammogram. Pemeriksaan ini disebut dengan mammografi. Pemeriksaan ini menggunakan sinar X pada payudara untuk membedakan antara kanker jinak dan ganas. 

Kedua, USG. Pemeriksaan ini memanfaatkan gelombang suara ultrasonic untuk menghasilkan gambar dari jaringan. Jenis pemeriksaan ketiga adalah MRI. Pemeriksaan ini digunakan dengan tes lain, berupa tes pencitraan non-invasif yang digunakan untuk memeriksa jarngan payudara. 

Tes lainnya adalah biopsi. Tes ini merupakan prosedur pengambulan sejumlah kecil jaringan payudara untuk kemudian digunakan sebagai sampel untuk diuji. Hal ini bertujuan untuk mengetahui apakah benjolan tersebut bersifat jinak atau merupakan kanker.  

Nah, itu dia ulasan mengenai fakta benjolan pada payudara yang patut Anda ketahui. Anda bisa berdiskusi mengenai topik kesehatan wanita dan anak di forum diskusi orami.co.id. Selain itu, Anda juga bisa berbelanja berbagai kebutuhan ibu dan anak dengan harga yang murah dan berkualitas tinggi di Orami.

0 komentar:

Posting Komentar