Selasa, 31 Juli 2018

Ragu Berinvestasi di Skema Peer to Peer Lending? 4 Peraturan Berikut Akan Membuat Anda Yakin Dengan Skema ini

Nike KD Shoes - Perkembangan ekonomi yang semkain pesat membuat banyak orang memilih fintech sebagai solusi untuk berinvestasi. Selain karena proses yang mudah, keuntungan yang didapat juga lebih optimal apabila dilihat berdasarkan janji yang ditawarkan. Sayangnya, karena terhitung baru dan belum memiliki banyak track record positif, skema investasi fintech seperti peer to peer lending kerap kali dikesampingkan karena dianggap memiliki risiko. Namun, tidak perlu khawatir karena 4 peraturan berikut akan membuat Anda yakin dengan skema p2p lending Indonesia 


Wajib menggunakan escrow account dan virtual account 

Jika Anda khawatir dana yang telah Anda serahkan akan digelapkan oleh pihak penyedia jasa peer to peer lending, maka singkirkan pikiran tersebut karena OJK telah membuat peraturan yang mengharuskan para penyedia jasa untuk menggunakan virtual account dan escrow account agar uang yang ditransfer oleh para investor tidak masuk langsung ke dalam kas perusahaan. Jadi, peraturan ini bisa meyakinkan para calon investor bahwa skema peer to peer lending merupakan investasi terpercaya yang menguntungkan. 

Wajib menggunakan pusat data dan pusat pemulihan bencana 

OJK juga berusaha untuk melindungi para penyedia jasa dari ancaman data akibat bencana. Melalui pasal 25 POJK, OJK menerbitkan aturan bahwa setiap penyedia diharuskan menggunakan pusat data dan pemulihan bencana yang berlokasi di Indonesia. Dengan demikian, para penyedia jasa dapat terhindar dari risiko kegagalan sistem yang dapat menerpa sewaktu-waktu. 

Menjaga kerahasiaan data  

Bagi para investor, kerahasiaan data merupakan hal yang sangat penting. Karena jika data rahasia yang dimiliki para investor tersebar, maka tingkat kepercayaan investor terhadap penyedia jasa akan berkurang. Selain itu, data yang tersebar juga dapat mengancam keamanan para investor sehingga para penyedia jasa diwajibkan untuk menjaga kerahasiaan data. 

Menyediakan rekam jejak audit 

Sebagai lembaga yang terdaftar di OJK, maka OJK perlu mengetahui bagaimana performa dari lembaga tersebut. Untuk dapat mengetahuinya, maka setiap lembaga fintech diharuskan untuk menyediakan rekam jejak audit setiap saat. Hal ini bertujuan agar lembaga otoritas dapat mengetahui potensi kerugian suatu penyedia sehingga dapat membuat para investor berjaga-jaga sebelum berinvestasi.

0 komentar:

Posting Komentar