Sabtu, 18 Agustus 2018

Petani Kelapa Sawit Dibekali Alternatif Penghasilan Oleh RGE

Nike KD Shoes - RGE atau Royal Golden Eagle yang dipimpin oleh pengusaha terkaya di Indonesia dan Asia Sukanto Tanoto merupakan sebuah korporasi berbasis pemanfaatan sumber daya alam kelas internasional. Didirikan di tahun 1973 dengan nama awal Raja Garuda Mas oleh Sukanto Tanoto yang mulanya memproduksi kayu lapis saja. 

Di tahun 2017 lalu, menjadi suatu moment yang sangat penting bagi RGE karena pada tahun tersebut, RGE sudah genap berusia 30 tahun. Seiring berjalannya waktu perkembangan demi perkembangan sudah dilakukan dan kini sudah bergelut di bidang kelapa sawit dan berhasil memberikan alternatif penghasilan secara nyata untuk petani kelapa sawit setempat dengan melakukan kerjasama yang menguntungkan.  


Cara RGE Meningkatkan Alternatif Penghasilan Petani Kelapa Sawit  

Jejak kemitraan Asian Agri dengan para petani kelapa sawit swadaya sejatinya sudah dimulai sejak lama. Bahkan mereka sudah tercatat menjadi pelopor sistem kemitraan antara perusahaan besar dengan para petani dalam industri kelapa sawit yang ada di Indonesia. Semuanya dimulai sejak tahun 1987 yang pada waktu itu di era 1980an pemerintah Indonesia tengah gencar dalam melaksanakan program transmigrasi. Masyarakat kemudian diajak untuk pindah ke luar Jawa agar meraih kehidupan lebih baik dan memeratakan populasi penduduk. Kemudian pemerintah menjalin kerja sama dengan pihak swasta kala itu.  

Akhirnya di tahun tersebut tidak kurang dari 2 juta orang meninggalkan pulau terpadat di Indonesia dan menjalankan program transmigrasi. Waktu itu pemerintah memberikan dukungan kepada para transmigran dengan pemberian lahan seluas dua hektar sebagai modal mereka hidup. Kebijakan dari pemerintah tersebut kemudian disambut dengan baik oleh Asian Agri. Ketika sistem plasma inti dalam industri kelapa sawit muncul kemudian Asian Agri mengulurkan bantuan sehingga di tahun 1987 kemudian Asian Agri berhasil menjalin hubungan baik dengan petani plasma. Dalam konsep plasma inti, perusahaan seperti halnya Asian Agri bertindak sebagai inti.  

Mereka kemudian memberikan dukungan penuh kepada para petani mulai dari dukungan infrastruktur sampai dengan dukungan pengetahuan dan teknologi. Juga dukungan berupa pendampingan diberikan yang tujuannya adalah agar pendapatan petani dapat mengalami peningkatan. Sementara petani plasma memberikan hasil kebun kepada perusahaan inti dengan harga yang sudah ditentukan secara adil oleh pemerintah. Program kemitraan Asian Agri dan petani kelapa sawit ini kemudian terlihat di lapangan. Anak perusahaan dari RGE menyiapkan lahan dan memberikan dukungan pengembangan perkebunan petani plasma selama kurun waktu empat tahun. Pada waktu itu panen pertama kelapa sawit sudah bisa dilakukan dan kemudian Asian Agri menyerahkan tata kelola lahan kepada para petani plasmanya.  

Asian Agri yang menerapkan suatu pola kemitraan nyatanya menjalankan semuanya dengan sangat sukses. Banyak sekali penghargaan yang diberikan juga terkait dengan program PIR – Trans. Program ini nyatanya berhasil dilakukan karena petani juga menikmati buahnya.  

Dengan program tersebut kemudian produktivitas perkebunan mereka mengalami peningkatan. Pendampingan intensif dari unit bisnis RGE ini kemudian mampu membuat perkebunan petani plasma untuk menghasilkan sekitar 18 sampai dengan 22 ton tandan buah segar per hektarnya. Kondisi ini juga membuat para petani lain utamanya petani swadaya yang berada di luar plasma Asian Agri menjadi tergiur. Mereka juga ingin mendapatkan dukungan serupa apalagi mereka tahu persis betapa besar komitmen anak perusahaan Royal Golden Eagle atas petani dilakukan sejauh ini.

0 komentar:

Posting Komentar