Kamis, 21 Juni 2018

Kenali Tahap dan Cara Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Usia Batita

Nike KD Shoes - Mengamati tumbuh kembang anak usia batita memang sangat menyenangkan, terutama bagi orang tuanya. Oleh karena itu, agar proses ini bisa berjalan optimal, Anda perlu mengenali tahap tumbuh kembangnya terlebih dahulu, kemudian, cara pengoptimalannya. Berikut tahapan dan cara pengoptimalannya yang bisa Anda terapkan.


Pertumbuhan Fisik

Pertumbuhan yang paling bisa diamati dari si kecil adalah fisiknya, yaitu mencakup pertumbuhan panjang (tinggi) dan beban (berat badan) Untuk bayi yang baru lahir, berat normalnya adalah 3 kiloan. Kemudian, untuk mengetahui berat dan tingginya di bulan atau tahun berikutnya, ada rumus sendiri untuk perhitungan normalnya.

Untuk menghitung berat normal bayi usia 3-12 bulan, gunakan rumus: {umur (bulan) + 9 : 2)}. Sedangkan anak usia 1-3 tahun, rumusnya yaitu {umur (tahun) x 2 + 8}. Kemudian, tinggi si kecil saat usia 1 tahun menggunakan rumus 1,5 x tinggi badan saat lahir. Sedangkan usia 3 tahun rumusnya 2 x tinggi badan saat lahir.

Perkembangan Kognitif

Jika batita Anda sudah bisa meniru ucapan orang lain dan mengoordinasikan alat gerak dengan panca inderanya, kemampuan ini ada hubungannya dengan perkembangan kognitif. Anda bisa memantau perkembangan kognitif ini dengan memperhatikan bagaimana cara si kecil berusaha mengambil mainan yang letaknya jauh.

Contoh lainnya adalah dengan berusaha memasukkan benda-benda ke mulut. Perilaku ini terlihat biasa dilakukan anak kecil, padahal sebenarnya si kecil sedang berusaha mengeksplor bagaimana rasa setiap benda melalui indera pencecapnya. Saat usianya sudah 3 tahun, si kecil bisa bermain masak-masakan, pura-pura makan serta menyebut namanya sendiri.

Perkembangan Motorik

Tumbuh kembang anak juga mencakup tahap perkembangan motorik, yang terdiri dari motorik kasar dan halus. Motorik kasar yang berkembang dengan baik membuatnya mampu untuk duduk, berguling, merangkak, berjalan, melompat, lari atau jalan cepat, dan semacamnya.

Sedangkan motorik halus berpengaruh pada kemampuan menggenggam gelas atau gunting mainan serta melakukan permainan lainnya seperti menyusun balok, puzzle, boneka tangan, telepon-teleponan, dan lainnya. 

Perkembangan Psikososial

Perkembangan yang satu ini berhubungan dengan kondisi psikologis si kecil. Anak kecil cenderung sering menangis sehingga terlihat seperti belum mampu mengendalikan emosinya. Meski demikian, saat usianya sudah 1 tahun, si kecil sudah bisa merespon dan memahami perkataan Anda. 

Kemudian, saat usianya 1-2 tahun, si kecil sudah bisa diajari bagaimana pentingnya berbagi. Anda bisa melatihnya dengan mengajak si kecil bermain dengan anak tetangga yang sebaya dengannya atau mengajaknya bermain di taman umu. Sedangkan usia 2-3 tahun, si kecil sudah bisa mandiri bermain dengan anak lain.  

Perkembangan Bahasa 

Tumbuh kembang anak juga mencakup perkembangan bahasa yang bisa ditunjukkan dari kemampuannya berbicara dan babbling (meniru). Termasuk jumlah perbedaharaan kata yang dimilikinya. Semakin bertambah jumlah kata-kata baru yang bisa diucapkannya, hal ini menunjukkan perkembangan bahasa yang dimilikinya menunjukkan progress yang memuaskan.

0 komentar:

Posting Komentar